Rabu, 17 Oktober 2012



 Bird wishes



              
      
                         




         Waktu itu adalah mata kuliah kewarganegaraan, egi telat masuk kelas beberapa menit, di ruang kuliah sudah ramai penuh dengan teman – temannya yang datang lebih awal semangat untuk mengikuti mata kuliah ini. Egi berjalan ke arah belakang, tetapi sialnya kursi yang ada di belakang sudah cukup penuh, hanya ada 2 kursi kosong di bagian tengah, 4 baris dari baris depan. Egi duduk di ujung kanan barisan itu dekat dengan dinding yang berwarna putih. Ruangan yang sejuk dan tempat duduk yang strategis adalah kondisi yang sangat nyaman untuk sesaat memejamkan mata saat kuliah dimulai.

            Tidak sengaja egi menolehkan kepalanya ke arah kiri dan melihat Vert duduk di Ujung kiri di barisan belakang baris egi. Vert seperti biasa memakai kerudung yang hampir menutupi seluruh pundaknya, tetapi kali ini, kerudung itu berwarna hitam. Egi merasa itu lebih dari kebetulan,  sangat strategis tempat dia untuk menjadi pengagum rahasia vert lagi. Hampir semua materi yang diberikan oleh dosen hanya melewati telinga begitu saja, catatan pun tidak lebih dari sekedar coret – coretan di kertas putih, tidak ada pola hanya mencatat asal. Berbeda dengan vert, dia lebih serius dan lebih menyimak dosen yang ada di depan. 50 menit sangat singkat hari itu, mata kuliah kewarganegaraan selesai dan hanya sedikit ilmu yang egi dapat dari 50 menit waktu yang dia luangkan untuk duduk di ruangan ini. 2 lembar catatan dan 3 soal matematika yang dia kerjakan untuk menjauh dari rasa ngantuk, itu adalah 5 hal yang dia peroleh selama 50 menit.

            Mata kuliah selanjutnya adalah sosiologi, di ruangan yang berbeda tidak jauh dari ruangan sebelumnya. Egi mencari teman kelompok sosiologinya, kursi duduk hari itu di set seperti kita sedang mengadakan rapat, saling berhadapan satu sama lain dengan jarak yang tidak begitu jauh. Dosen pengajar akan berdiri di depan papan memaparkan ilmu – ilmu sosiologi yang dia kuasai selama kurang lebih 5 tahun, Bapak itu s2 dan s3 mengambil sosiologi, padahal s1 nya dulu adalah peternakan, sangat - sangat menyimpang. Namun hari itu dia tidak datang, kebetulan lagi yang menguntungkan Egi, ” Temen – temen hari ini kita gak ada pelajaran sosiologi, jadi diganti minggu depan jam 10.40 – 11.40 “ Salah satu orang di kelas egi mengumumkan hal yang penting dan harus di dengar semua orang yang ada di kelas.

hei gi gimana filmnya sudah sampe mana ? “ Tiba - tiba Vert dari arah sebelah kanan memanggil egi, , Egi melihat ke arah suara vert. Ternyata vert duduk dekat dengan egi hanya beberapa kursi, tetapi egi tidak tau kalau ada vert di dekat dia.

Eh vert baru sampe episode 4, yang ryoma lawan kakak kelasnya di seigaku

Katanya mau liat pas week end aja wuu “ Mereka berdua sepakat kalau egi hanya boleh menonton film itu jika sedang week end atau jika sedang tidak ada tugas.

hehe Tadi pagi itu baru nonton lagi, kan lagi gak ada apa – apa makanya nonton   Egi menjelaskan ke vert sambil mengusapkan tangannya ke rambut belakangnnya sendiri.

haha iya yaudah harus di tonton pokoknya, oke? “ Vert tersenyum ke arah egi.

iya iya “ Egi membalas senyuman vert.

Setelah itu vert keluar dari kelas, entah ingin apa vert pergi egi tidak tau. mata egi mengikuti setiap langkah kaki vert, yah setiap langkah. Sampai langkah itu terhalang sebuah 'barrier' yang kokoh, mata egi tidak dapat mengikuti jejak langkah vert lagi . " mau kemana engkau? baru saja aku merasakan detik detik terhebat di hidupku namun engkau sudah pergi lagi ". 

" aku tidak kemana - mana, aku masih disini, aku masih disini pun engkau  tidak melakukan apa - apa selain diam. diam, diam, dan hanya diam, apakah engkau tidak tau hal yang lain selain diam? ". 

" aku bukan diam, maaf . tapi mulut ini seperti terkunci oleh sesuatu, tertutup rapat enggan untuk membuka. kaulah yang sebenarnya mengunci mulutku ini, kenapa juga engkau yang meminta aku untuk tidak diam, kunci mulutku ini ada dirimu " tiba - tiba suasana menjadi sunyi, egi dan vert mereka berdialog dengan perasaan mereka masing - masing.

Egi, mau makan dulu gak? “ suara Tomy terdengar dari belakang egi. Tomy adalah teman satu lorong egi, dia juga bagian dari suku lorong 2.

yaudah yang deket aja yah makannya “ Entah ada angin apa Tomy mengajak egi makan siang.

gi sini deh, Gue mau cerita sama lo “ Tomy.

Cerita apa ? cerita aja

Rossi orangnya gimana menurut lo? “ matanya menunjukkan Tomy sedang bingung mencari jawaban tentang sesuatu yang abstrak.

Biasa aja kok, kenapa?

gak apa – apa, kalo gue suka sama dia mungkin gak? “ kecil suara Tomy mengeluarkan kata – kata itu dari mulutnya. keraguan sekali lagi terlihat di matanya, dan otot - otot di bibirnya tidak bergerak seperti biasanya.

yah mungkin aja, kenapa enggak, lo suka?

iya gi, dia baik gue nyambung kalo lagi ngomong sama dia, beda kalo ngomong sama orang lain biasanya gak lancar “ Mulai tersenyum, melepaskan semua perasaan – perasaan yang dia simpan sendiri di hatinya. Kelabu di matanya pun hilang tertiup oleh kata - kata yang mewakili kegundahan yang dia simpan selama ini, dan sekarang cahaya terang nampak di kedua matanya.

Haha dia baik kok, gak sombong, mau main sama semua orang gak milih – milih deh “ Menghibur Tomy yang bingung tentang sosok rossi.

Tapi gue malu, gue gak berani deketin dia gak tau, kayanya yah gue itu apa di depan dia, sedangkan dia yah dia itu lebih dari gue “ Egi sempat diam mendengar kata – kata Tomy, sama dengan dirinya jika di depan vert, bedanya egi tau vert itu seperti apa dan Tomy sama sekali belum tau Rossi itu seperti apa. Egi merasa bodoh dengan sifat dia yang tidak berani lebih dari sekedar pengagum.

mm, yaudah yah lo deket aja sama dia, nanti lo juga tau dia gimana “ Egi bingung harus menjawab apa, karena dia juga belum menemukan jawaban masalah itu untuk dirinya sendiri.

            Egi sadar ternyata bukan hanya dia satu – satunya orang yang tidak berani mendekati orang yang di kagumi, masih banyak lagi orang – orang di luar sana yang sama seperti dia, bahkan jauh lebih buruk dari egi, Tidak mengenal dia siapa tetapi sudah mengaguminya. Egi kembali ke kelas setelah selesai makan dengan tomy, kelas terakhir hari ini adalah mata kuliah kewirausahaan.

            Di kelas kewirausahaan setiap orang di bagi menjadi beberapa kelompok, dan satu kelompok itu terdiri dari 3 orang. Egi satu kelompok lagi dengan Mario, teman kelompok praktik fisikanya dan satu orang lagi adalah Zahra teman “kelompok 3” . Mereka bertiga duduk di kursi paling belakang,

Juniiii, ayo duduk belakang sama kita “ Zahra melambaikan tangannya ke arah juni.

ayo boleh, ajak Rossi sama Rina dulu yah

Rinaaa, Rossi ayo duduk belakang “ melambaikan lagi tangannya tapi kali ini kea rah Rina dan Rossi.

haha iyah ayo “ Rina, Rossi dan Juni akhirnya mereka duduk di barisan belakang bersama kelompok egi.

Di baris depan ada Fay dan Ghani mereka juga satu kelompok. Mereka semua “kelompok 3 ” berkumpul lagi di barisan belakang, tapi masih kurang satu orang lagi, vert tidak ada di sini. Dia duduk dengan kelompoknya jauh di ujung kiri baris depan, Egi ingin memanggil vert untuk berkumpul dengan dia dan ke – 8 orang lainnya, namun lagi – lagi egi malu untuk menyebut nama vert dengan keras.

Vertttt, duduk disini sama kita cuma kurang kamu doang nih disini “ Suara Zahra keras memanggil vert.

apa Zahraaa, Masih ada kursi buat 3 orang emang? “ Vert melambaikan tangan kea rah Zahra.

masih kok masih, udah kita siapin tenang aja, ayo cepet sini nanti ada orang yang tempatin loh

Vert meng - iyakan permintaan zahra, lalu dia mengajak ke – 2 teman lainnya untuk pindah duduk di kursi sebelah sana tempat duduk 'kelompok 3' .

Terima kasih yah “ Egi berbicara dengan Zahra, secara tidak langsung zahra membantu egi untuk dekat dengan vert.

Terima kasih kenapa? “ Tanya Zahra yang merasa aneh dengan egi.

enggak, gak apa – apa “ egi hanya tersenyum kecil menjawab pertanyaan itu.

" ih nyebelin... Zahra kesal egi tiba - tiba aneh,

vert masuk berjalan ke barisan belakang. 


Halo Rossi, Rina, Fay, Ghani “ Vert menyapa teman – teman satu kelompok nya dulu.

Hay gi? “ Vert menyapa egi.

hay “ Egi tetap datar walaupun sekarang vert yang bertanya, Egi mulai mengantuk padahal mata kuliah kali ini baru akan dimulai.

            Vert duduk di ujung barisan depan egi, hanya berjarak 2 bangku dari tempat duduk egi, sekarang begitu dekat jarak mereka, tapi tetap saja itu semua terasa jauh buat egi. Mata kuliah dimulai, baru setengah jam berlalu, egi sudah mengantuk, dia menaruh kepalanya di atas meja dan jaket hitamya ia gunakan sebagai alas kepalanya. Dia melihat vert, ternyata vert juga mengantuk, kepalanya di sandarkan di dinding. Jarang sekali egi melihat vert seperti itu ketika pelajaran dimulai, mungkin tadi malam vert terlalu sibuk dan tidur lebih malam dari biasanya.

            Egi tiba - tiba menjatuhkan bukunya dan bunyi cukup keras terdengar dari belakang, untungnya dosen yang di depan tidak terlalu memperdulikan suara itu. Vert melihat ke arah bekang, ke arah egi, dan tertawa kecil. Egi melakukan itu hanya agar vert tidak mengantuk, egi berharap suara buku jatuh bisa membuat vert menjadi tidak mengantuk lagi. Ketika vert mulai menyandarkan kepalanya di dinding, egi menjatuhkan buku itu lagi, vert melihat ke arah belakang dan tertawa kecil, terus menerus berulang. Mungkin vert menganggap hal yang dilakukan egi saat itu adalah sebuah kecerobohan, tanpa tau kalau egi melakukan itu karena dia peduli dengan vert, dia tidak mau melihat putri dari kerajaan mesir kuno yang dia kenal mengantuk saat pelajaran dimulai. 

          Di sebelah egi Zahra sedang sibuk membuat burung dari kertas origami, egi mengikuti Zahra membuat burung dari kertas origami agar rasa kantuk dia juga hilang, egi megambil kertas yang berwarna hijau, dia melihat kertas bergambar langkah – langkah untuk membuat burung dari kertas origami. Lipatan demi lipatan egi lakukan secara perlahan, dia baru pertama melakukan itu. Vert yang melihat egi sibuk dengan kertas origami merasa terpanggil untuk ikut juga membuat burung dari kertas . Vert mengambil kertas yang bewarna biru, sangat cepat vert melipat kertas origami itu, tampaknya dia sudah terbiasa dengan seni melipat kertas.


            nih udah jadi, bagus kan? hihi Nih buat kamu “ Burung dari kertas berwarna biru yang dibuat vert diberikan untuk egi. Hijau dan biru adalah perpaduan warna yang indah, burung buatan vert tampak lucu di mata egi, burung hijau buatan egi sekarang mempunyai satu burung baru, dia berwarna biru. Tapi sayangnya Burung hijau itu tidak berani terbang mendekati burung biru yang datang mencari burung hijau, burung hijau hanya melihat burung biru dari rumpunan daun di pohon yang tinggi, tidak berani terbang turun dan menghampiri satu burung yang sangat nyaman di perhatikan, walaupun hanya untuk datang dan menyapa burung biru itu. 

           Dia ingat kira – kira beberapa tahun yang lalu saat dia kecil dia pernah menyusun burung – burung dari kertas origami, ketika itu dia menemukan semua burung kertas di ruang tamu rumahnya saat dia pulang sekolah, tidak tau burung – burung itu siapa pemiliknya tiba – tiba burung – burung itu ada di meja ruang tamu egi.

            Egi kecil pernah mendengar mitos tentang burung – burung lipat dari kertas origami, kalau ada seseorang yang menyusun burung – burung dari kertas origami sebanyak 99, dan seseorang itu membuat harapan, maka ke- 99 burung itu akan menyampaikan harapan – harapannya  ke tuhan, dan tuhan akan mengabulkan harapan itu.

            Burung yang ada di ruang tamunya lalu dia susun secara vertikal disambung dengan benang panjang berwarna putih, lubang kecil dibuat di pundak burung itu agar benang pajang itu bisa masuk, dan agar mereka tidak terpisah saat terbang menghantarkan harapan yang dibuat egi kecil. 90 burung lebih sudah dia susun, semua berjalan dengan lancar saat dia menyusun burung – burung kertas itu. Hingga sampai pada angka ke – 98 tidak ada lagi burung di meja egi dan burung yang ke – 98 menjadi burung yang terakhir yang akan disusun, dia panik mencari - cari burung yang terakhir, dia mencari di kursi yang dia duduki, di bawah kursi, dan di tempat semula dia menemukan burung – burung itu, namun semua itu sia - sia. Egi kecil letih mencari burung  yang terakhir itu, dia sedih burung – burung kertas itu hanya berjumlah 98. Harapan yang dia titipkan semula ke burung – burung itu harus tertunda dahulu karena ada satu burung yang hilang pergi dari kelompoknya, burung yang lain  juga tidak mau terbang begitu saja pergi meninggalkan satu anggota kelompoknya yang hilang entah kemana, mereka akan menunggu sampai satu burung itu kembali terbang bergabung bersama mereka menghantarkan harapan egi.

            Sekarang, setelah dia lihat burung biru yang vert berikan, Egi berharap, burung biru yang diberikan vert adalah burung yang dulu hilang dari kawanannya, burung biru itu bisa kembali terbang bersama burung yang lain yang dulu dia susun, terbang bersama - sama jauh ke langit menghantarkan harapan – harapan egi yang dulu dia buat untuk disampaikan ke Tuhan, agar tuhan bisa mengabulkan harapan – harapan yang egi kecil buat.

            Jam mata kuliah selesai, egi berpisah kembali dengan vert, mungkin kejadian itu tidak akan lagi terulang ketika vert dan egi sangat dekat, dan burung biru yang diberikan vert egi simpan dan ia bawa pulang, dia ingin kembalikan burung biru itu ke kelompoknya agar mereka bisa bersama - sama terbang ke langit yang tinggi, terbang  bersama menghantarkan harapan orang – orang yang percaya kepada mereka, seperti harapan tomy yang ingin tau sosok rossi, harapan egi yang dulu dia buat dan harapan orang – orang lain seperti tomy dan egi yang menitipkan harapan ke burung – burung pembawa harapan.

Jumat, 24 Agustus 2012

IPB oh IPB


          Yeay akhirnya setelah sekian lama, Blog gue bisa kebuka lagi *kayang sambil minum es

Akhirnya juga setelah beribu-ribu tahun, gue bisa celoteh panjang yang insya Allah gak ada yang liat. Bukan karena gue gak mau kasih liat, tapi emang gak ada yang mau liat, gak ada yang visit blog gue -_____-


oke mulai....


Bulan puasa, bulan yang penuh rahmat, dimana semua orang berlomba-lomba berbuat kebaikan, dimana pahala di lipat gandakan, disitu pula orang terlihat mengenaskan. Banyak banget orang-orang yang kerjaannya cuma tidur-tiduran, entah di kamar, kostan, atau di tempat yang paling nyaman buat numpang tidur, balkon masjid. Gaya tidurnya pun macem-macem, ada yang selow tidurnya kaya putri salju, ada juga yang tidurnya beringas kaya beruang madu yang lagi operasi cesar.

          Eh tapi Gue gak mau cerita tentang ramadhan, dosa. Gue mau cerita tentang............ IPB *jeleger .





Kampus tercinta, kampus hijau, Kampus yang gue impi-impiin dari jaman gue TK, kampus yang kira-kira luasnya 270-an hektar, yang hampir sama kaya satu desa, yang kalo malem minim penerangan, yang enak banget di jadiin tempat gitu-gituan, Kampus yang pegel banget kalo di pake jalan-jalan.

          Alhamdulillah gue udah jadi mahasiswa IPB walaupun masih tingkat TPB, gue masuk departement teknologi pangan, yang konon katanya departement atau jurusan yang paling mantep di IPB, banyak orang-orang terpilih kumpul disitu. Tapi sayangnya di lingkungan rumah, di sekolah, temen – temen sekolah gue pun memandang IPB itu sebelah mata, mereka nganggep pertanian itu Cuma butuh cangkul sama butuh pengalaman buat jadi petani yang ekspert, gak butuh kuliah.  Bahkan teknologi pangan yang segitu tenarnya di IPB, kalo gue cerita ke temen-temen sekolah gue itu gak lebih dari jurusan yang aneh yang gak ada bonafit-bonafitnya, dikit banget yang tau itu jurusan apa.


Temen gue   : “ lo mau ambil jurusan apa zein di IPB?”.


Gue               : “ Teknologi pangan ”.


Temen gue    : “ apa tuh? Yang buat makan sapi gitu2 yah? ”.


Gue                : “ itu pakan bego ”.         

     
27 - 06 – 2012

          Gue dateng ke asrama IPB sama keluarga besar gue, yang bikin gue sedih masuk asrama tuh bukan karena nanti jauh dari orang tua gue, tapi karena orang tua gue yang mau jauh-jauh dari gue, makanya gue sedih, liat muka ibu gue yang waktu itu kayaknya seneng banget anaknya tinggal di asrama, pengen banget kayaknya jauh-jauh.
                                            
          Harapan awal gue asrama nya tuh enak, nyaman lah minimal buat ditinggalin satu tahun. pas gue dateng ke asrama IPB, asramanya ada tiga gedung, gedung C1,C2, C3 . Gue liat di papan pengumuman pembagian gedung, gue dapet gedung C1, tempatnya paling atas, jadi kalo sewaktu-waktu ada tsunami atau banjir bandang gue insya Allah gak kenapa-kenapa, dan insya Allah juga ibu gue gak jadi pasang bendera kuning buat anaknya.

          Gue naik ke tangga, masuk ke dalem asrama, di pintu asrama ada dua orang penerima mahasiswa baru yang mau registrasi ke asrama, di antara dua orang itu ada satu orang yang kayaknya gue pernah liat waktu lagi daftar ulang di GWW tempat anak IPB di wisuda. kalo mata gue gak jeli waktu itu, gue bisa kena tipu sama dia, gak keliatan banget kalo dia itu mahasiswa baru, lebih keliatan mahasiswa tingkat akhir.

Oke kita flashback dulu biar gak bingung orang itu siapa,


 26 – 06 – 2012 (Registrasi ulang)

Gue berangkat dari rumah sekitar 05.45 WIB,  dianter sama keluarga yang jumlahnya waktu itu 8 orang, di undangan yang gue print-out di web nya IPB  harusnya gue itu dateng jam 9, tapi entah kenapa  emang karena gue terlalu rajin atau emang karena keluarga gue mau cepet-cepet ngejauh dari anggota keluarga nya yang satu ini,  jam 07.30 WIB gue udah sampe di IPB. Yah otomatis gue bengong kaya ayam yang lagi gak enak badan, di depan gedung GWW (Graha Widya Wisuda) tempat mahasiswa baru registrasi ulang.

Di tengah pertungguan gue buat daftar ulang, gue liat banyak anak-anak IPB jualan donat dan makanan-makanan ringan lainnya, gue bingung gue harus bangga apa malu liat kakak tingkat gue menjajahkan donat yang dia jual ke mahasiswa baru yang lagi duduk nunggu. Sesuai dugaan ada aja anggota keluarga gue yang komentarin mahasiswa IPB nawarin donat, dia sodara gue, sebut saja egi.

Egi     : ” dun, nanti lo gitu yah jual donat gitu pagi-pagi di kampus? Ih gak jadi masuk sini lah gue kalo gitu” -________-


Gue   : “ Enggak lah,  tau itu mah insiatif aja kali”


Gue ngeles biar gak jatoh banget IPB di mata dia.


Jam 08.00 WIB gue masuk naik ke tangga GWW mau check tentang jam yang ada di undangan, ternyata udah rame banyak mahasiswa baru yang mukanya kaya mahasiswa lama yang nunggu di tangga gedung GWW, di antara kerumunan itu gue tertarik sama satu orang, yang awalnya gue kira dia mahasiswa  tingkat akhir yang lagi ngatur adek-adeknya registrasi ulang. Tanpa basa-basi gue langsung nyamperin dia.


Gue            : “ Di undangan jam berapa? ”.


Dia              : “ jam 9, jam berapa? ”.


Gue            : “ haha sama jam 9 ”.


Dia              : “ saya fendi, dari lampung ” ngulurin tangan.


Gue            : “ Gue zein, Jakarta ” ngulurin piso.


          Fendi          : “ Oh Jakarta, Apa? Zin? Jurusan apa? “.


Kurang ajar.


          Gue            : “ Bukan zin, zein, maher zein. Tekpang, lo apa? “


          Fendi          : “ oh zein, Gue BDP, Budidaya perairan”


Oke, Jadi namanya fendi dia dari lampung, FPIK department Budidaya perairan.  Kita kembali ke cerita awal…

27 – 06 - 2012

Gue naik ke tangga, masuk ke dalem asrama, di pintu asrama ada dua orang penerima mahasiswa baru yang mau registrasi ke asrama, di antara dua orang itu ada satu orang yang kayaknya gue pernah liat waktu lagi daftar ulang di GWW tempat anak IPB di wisuda. kalo mata gue gak jeli waktu itu, gue bisa kena tipu sama dia, gak keliatan banget kalo dia itu mahasiswa baru, lebih keliatan mahasiswa tingkat akhir.

Gue tegor dia.


Gue            : “ lah fen lo ngapain disini pake Almamater? “


Fendi          : “ disuruh hehe, silahkan isi formulirnya dulu “


Gue dikasih formulir pengisian anggota asrama, ternyata gue satu lorong sama dia (ya Allah dosa apa), gue dapet kamar 15 dia dapet kamar 19.

Gue duduk di lobby asrama C1 sama keluarga besar gue yang unyu-unyu tingkat dewa, gue perhatiin muka mahasiswa-mahasiswa baru yang lagi mundar-mandir ngurus registrasi asrama, dari orang-orang yang gue liat gak ada sama sekali tampang yang nunjukkin kalo dia anak kuliahan, kebanyakan mahasiswa IPB berasal dari daerah-daerah, jadi gue agak heran liat mukanya yang borosnya melebihi borosnya muka gue.

Hampir 2 jam keluarga gue duduk-duduk di lobby asrama, mereka pulang, gue anter sampe parkiran asrama TPB IPB, ibu gue nangis,  nenek gue juga, yang gak nangis Cuma sodara gue, dia laper mau cepet-cepet pulang makanya gak nangis. Gue agak terharu juga waktu mereka bilang gue harus jaga diri disini, jangan lupa solat, jangan lupa makan, dan sebagainya yang biasa orang bilang kalo lagi perpisahan.

Gue balik ke asrama, gue ke kamar disana ada 4 tempat tidur yang berarti nanti ada 4 orang yang jadi temen sekamar gue selama satu tahun ke depan, gue gak tau orang-orang itu kaya gimana dan orang-orang itu pun gak mau tau gue kaya gimana, kita semua disini gamble gak kenal satu sama lain, tapi anehnya kia bakalan jadi temen sekamar selama satu tahun .

 Gue langsung liat kamar mandinya, subhanallah banget tempatnya serem. Air keran nya kenceng ngalirnya, suara alirannya kaya hembusan api dari kenalpot pesawat jet (?) . Balik dari kamar mandi, di kamar gue udah dateng satu orang.

Gue            : “ namanya siapa? Darimana? “


Dia              : “ Umam, dari Madura, kamu siapa? Darimana? “


Gue            : “ Gue zein, dari Jakarta, jurusan apa? “


Dia              : “ TMB, kamu apa? “


Gue            : “ oh, gue tekpang “


Namanya Umam dia dari Madura, fakultas nya sama kaya gue FATETA (Fakultas Teknologi Pertanian), tapi dia department TMB (Teknik Mesin dan Biosistem). Setelah sekian pertanyaan gue lemparin ke dia, gue merasa beruntung gue masih bisa dianter keluarga gue ke IPB, dia dateng ke IPB sendiri naik kapal laut yang lama perjalanannya bukan lagi jam, tapi udah hari. Gue salut sama orang-orang dari daerah, presepsi gue tentang orang-orang dari daerah selama ini bener, mereka lebih berani ketimbang orang-orang yang ada di kota, mereka jauh lebih mandiri ketimbang temen-temen sekolah gue yang gakmau sama sekali jauh-jauh dari orang tuanya, padahal itu buat kepentingan akademik dia sendiri.

Sorenya, penghuni kamar 15 pun bertambah, namanya luthfi dari tembilahan, Riau. Gue gak tau dan gak mau tau itu daerah dimana, yang pasti jauh banget dari Jakarta, dari barang-barang yang gue liat dibawa sama itu bocah Riau, gue bisa buat hipotesis kalo dia itu agak gaul dan agak labil, dia pake kaos merk Afends dan bawa di kopernya topi ala-ala Pee wee gaskins plus kacamata yang dipake sama vokalisnya Dochi .

Malam pun tiba, baru kerasa bedanya tidur dirumah sama tidur di luar rumah yang jauh dari orang tua, gue dirumah satu kamar berdua sama kakak gue, tapi sekarang gue harus biasain ada 3 orang di kamar gue yang gue pun gak tau kepribadian mereka masing-masing .

18 - 08 – 2012

Di kamar, hari terakhir puasa, gue ngetik tulisan ini. Udah 40 hari gue stay di asrama TPB IPB, banyak orang-orang baru yang gue temuin di sana, ada keluarga baru yang gue dapet di IPB, keluarga itu ada berdasarkan orang – orang yang punya nasib sama, orang – orang yang terjebak di sebuah lorong yang bernama lorong 2 di sebuah asrama C1, di dalam  institut yang berbasis pertanian ini.  Mungkin mereka yang nanti buat gue gak bakal ngerasa kalo gue lagi di asrama satu tahun ke depan, asrama yang banyak banget peraturan, peraturan yang membatasi hak – hak gue demi kenyamanan hak – hak orang lain yang ada di sekeliling gue, yang mungkin sama kayak gue ngerasanya tentang asrama, gak enak .

Banyak juga fakta – fakta unik yang gue temuin selama 40 hari di IPB, di IPB ceweknya mayoritas berkerudung ( ya Allah), serasa gue lagi mondok di pesantren, terus banyak banget pohon – pohon gede di pinggir jalan setapak, kayak  lagi belajar di Hutan, gue takutnya tuh pas gue lagi belajar asik – asik di kelas tiba – tiba babi hutan lewat masuk ke ruangan kelas, menyusul buaya putih, anoa jepang, dan badak cula satu masuk ke dalem kelas -_-

Yaudah lah yah sekian aja cerita gue yang gak jelas yang mungkin gak ada yang baca juga -_-

 Gak tau kenapa, gue ngetik tulisan ini, gue tiba – tiba kangen sama temen – temen gue yang ada di asrama, giliran gue di asrama gue kangen rumah, tapi giliran gue di rumah gue kangen asrama. (labil banget). Tinggal 1 minggu lagi gue ada di Jakarta dan balik ke asrama ketemu orang – orang gak jelas di asrama C1 lorong 2, temen seperjuangan selama satu tahun ke depan, dan semoga aja gue bisa sukses kuliah di IPB, walaupun suasananya amat sangat panas dan gak mendukung, tapi bodo amat, semoga gue bisa cumlaude (amin), dan jadi mahasiswa berprestasi di IPB, go to japan, dan mengharumkan nama Indonesia di negeri sakura itu (amin lagi) .

Kampusku  tercinta, kampus hijauku Institut  Pertanian Bogor.

Kamis, 25 Agustus 2011

MOS

Belom lama ini disekolah gue kedatangan personil2 baru, yg siap buat jadi the next weirdo people di sekolah yg indah nan permai itu. "INDAH".
sama kaya tahun2 sebelumnya, yg dateng kesekolah gue lebih banyak anak smp yg sipit, berkacamata, bercelana pendek, dan membawa botol minum 1,5 liter ke sekolah. serasa mau tamasya keliling kota. Gue juga alhamdulillah kemarin naik ke kelas 12, gue punya temen2 baru yg sialnya temen gue lebih aneh dari yg kelas 11.

waktu itu hari senin awal semester, gue dateng kesekolah seperti biasa. pas gue sampe depan gerbang gue liat banyak bocah-bocah smp dengan muka lugu dan najis (yg ingin minta di sodomi) duduk dan berdiri di depan gerbang sekolah. mereka mungkin penasaran ingin tau bagaimana enaknya make seragam putih celana abu-abu, mereka juga mau ngerebut kedewasaan mereka yg memang seharusnya sudah mereka miliki kalo udah SMA.

gue masuk gerbang secara perlahan sekalian nebar benih buat adek kelas, berharap ada yg sms ke hp gue. dari yg gue perhatiin waktu gue jalan emang bener kalo anak SMP itu emang belom keliatan muka bejatnya, gak kaya anak SMA yg mukanya udah kepengaruh ama efek radiasi payudara melinda dee. abis gue ngelewatin anak2 baru secara perlahan, gue langsung lari ngibrit ke kelas baru gue secara gak perlahan. gue takut gak dapet tempat duduk.

capek gue udah lari, gue lega. ternyata kunci pintu kelas belom dibuka, yes gue gak sia2 dateng terlambat. terus gue seneng, temen gue yg rajin dateng jam setengah 6 bantuin satpam buka gerbang pasti kecewa, soalnya gue yg dateng jam setengah 7 kurang gak telat perebutan tempat duduk, pasti dia mikir gini "kenapa gue tadi mau bantu si satpam buka gerbang kalo gitu, anjir". yah pasti.

gue tercengang dengan lebainya waktu gue liat daftar murid kelas gue yg nemplok di depan pintu. GUE KETEMU ORANG MADESU LAGI, hell yeah. jumlahnya gak nanggung2, ada 2 orang madesu dikelas gue, dan jadi 3 kalo sama gue. mau jadi apa kelas gue.

pintu dibuka dan akhirnya gue masuk dengan binal layaknya kuda yg tidak punya tai (gaktau maksutnya apa). gue dapet tempat duduk depan, gue dapet temen sebangku cewek, temen sekelas gue kelas 10 sama 11 dan sekarang gue bareng lagi sama dia, mungkin jodoh tapi gak mungkin, gue beda keyakinan, dia punya keyakinan gue enggak. gue galau mau ngeyakinin apa, astagfirullah gak deh gue bercanda.

bel bunyi. *suara bel di stasiun*
sekolah gue freak banget2, belnya kaya bel yg di stasiun kereta api, jadi tiap bel gue keinget gue lagi di beos. Di tengah bisingnya suara bel, ada suara teriakan yg fals yg lebih membisingkan daripada suara bel. "minjem topi donggggg!!". gue tanya dia.

gue : "eh emang ada upacara?"

dia : "adalah"

nyolot !!!

gue tercengang untuk yg kedua kalinya. sial !! gue gak bawa topi padahal ada upacara, gue lupa kalo tiap awal semester itu pasti upacara. gaddem sit.
gue bingung, kelabakan, hipotemia, kurang darah, dan sampe mencret2 nyari topi ke kelas yg ada temen gue nya. Sampe gue putus asa balik ke kelas dan duduk sebentar, tapi emang tuhan baik sama gue, gue dapet topi !! topinya gak jatoh gitu aja dari langit, lagian gue ada di dalem kelas jadi gak mungkin jatoh dari langit. topinya dikasih temen gue. dia cewek, kayaknya sih kasihan dia makanya ngasih topi ke gue.

gue berdiri, dan gk lupa bilang terima kasih. gue langsung lari ke lapangan, dilapangan gue liat sekali lagi bocah2 SMP yg gue liat pas di gerbang. gue masuk barisan. ditengah upacara temen gue nepok dari samping, dia cewek namanya angel.

temen gue : "ngeliat apa lo? klas satu yeh?"

gue : "iyah kayaknya, kenapa?"

temen gue : "gak apa2 sih, eh liatin pacarnya edwin dong, katanya masuk sini pacarnya"

gue : "edwin yg pake kacamata? culun? pinter?"

temen gue : "iyalah, siapa lagi"

anjir, gue tercengang untuk yg ketiga kalinya. temen gue yg kacamata, culun, pinter, ternyata punya pacar. pedofil lagi, maennya sama anak SMP. tapi gue gak peduli sama pacar temen gue, gue terus merhatiin culunnya anak2 SMP yg lagi baris di lapangan. gue jadi inget waktu gue pertama masuk SMA.

- HARI PERTAMA

Waktu pertama gue dateng ke SMA yg indah nan permai ini. "PERMAI"
gue sendiri ngewakilin SMP gue, gue doang yg masuk sini bisa dibilang gue gak ada temen. gue pertama dateng hari sabtu, masih pake celana biru baju putih.
gue jalan masuk ke lapangan liat pemandangan anak2nya yg rata2 make kacamta semua, hal yg pertama yg ada di pikiran gue waktu masuk ke lapangan : "yang item banyak gak yah?". dan ternyata ada juga yg item, gue girang bentar lagi make celana abu2 terus celana biru gue, gue buang kalo gak gue jadiin keset di kamar mandi.

gue duduk di bawah pohon, dari kejauhan gue liat orang lari2 ngerapihin baju. larinya ke arah gue !!

gue sempet takut gue mau merkosa dia, dia cowok soalnya. Dia ngedeket ke arah gue, bajunya yg gak rapih, mukanya kusut sama kaya rambutnya. Dia ngajak kenalan. namanya anto, dan gue james. tapi bohong gue tetep ngasih nama asli gue ke dia.

anto : "nama lo siapa?"

gue : "james jen, kenapa lo?"

anto : "buru-buru, kirain udah telat hehe"

panik gue ilang. gue panik, gue takut dia abis di apa2in sama orang terus nyamperin gue buat minta di apa2in lagi.

apel pun dimulai,
gue dapet barisan paling ujung, karena sesuai nem. nem gue kecil waktu SMP. Di barisan gue merhatiin orang2 di sekeliling gue, waktu apel tangan gue gak lepas dari pantat gue, gue malu kantong belakang gue sobek gara2 ulah biadab temen SMP gue. apapun perintah dari ketua apel waktu itu, mau "siap" kek "hormat" kek, tangan gue tetep nutupin celana belakang gue. gue malu.

dua barisan dari barisan gue, gue ngeliat yg aneh lagi, gue kaget ngeliat cowok yg make anting, anting cewek. diperhatiin dari atas sampe bawah, gk nunjukin kalo dia itu binatang yg galau akan kelaminnya sendiri, semuanya normal. cara berdiri dia, cara dia ngeliat orang, cara dia manggil orang, dan cara dia buang air kecil juga otomatis normal. gue liat ke arah kiri, gue liat senior2 gue yg ngatur barusan, disitu gue paham kenapa orang mau masuk SMA. "ceweknya udah mateng, gak kaya SMP masih rata". gue baru tau.

apel yg cukup panas dan gak penting itu bikin gue bosen dan buang2 waktu gue, si ketua apel ngomongin tentang peraturan di SMA yg beda sama SMP, guru SMA beda sama SMP, terus mesti berubah sikap jangan jadi anak SMP lagi yg binal nya minta dibacok, dan dia ngasih perintah pertama ke anak2 baru untuk bawa koran bekas setinggi pulpen, dan terakir di juga bilang kalo cewek2 SMA itu beda sama SMP dalam gaya dada. Yang terakhir gue ngarang. Selesai apel gue masuk ke kelas sebentar, dan abis itu pulang ke rumah. Dari 1 jam lebih apel yg diomongin, dirumah gue cuma inget yg gaya dada sama suruh bawa koran. gue bilang ibu gue besok suruh bawa koran setinggi pulpen, dirumah gue koran gak sampe setinggi pulpen kalo dikumpulin, cuma sampe 3/4 tinggi pulpen. tapi karna pinternya otak gue, gue lipet tuh sebagian koran yg mau ditumpuk, biar keliatan lebih tinggi, koran yg gue lipet gue taro tengah biar gak ketauan. dan alhasil koran yg tadinya cuma 3/4 pulpen sekarang jadi setinggi pulpen.

- HARI KEDUA

Senin gue balik lagi masih pake baju SMP, gue bawa koran yg lumayan berat disuruh kakak kelas, gue masuk ke kelas MOS gue, duduk bareng cewek, cina, namanya nadya. gue bingung mau ngajak ngobrol apa ke dia, ngomongin boyband korea gak mungkin, gue gak ngerti. ngomongin band metal gak mungkin, dia yang gak ngerti. ngomongin ukuran dada lebih gak mungkin lagi, nanti dia kabur pindah tempat duduk. jadi gue ngomongin ekskul aja sama dia.

gue : "nad lo mau ekskul apa?"

Nadya : "gue medikom kayanya, lo apa?"

gue : "gue juga kayanya"

gue : "tapi medikom apa yah? td gue gak dengerin kakaknya ngejelasin"

temen gue diem bodo amat.

brengseknya di hari kedua, koran yg gue susah payah kumpulin dan gue bawa kesekolah cuma di diemin di depan kelas dan kabarnya di diemin juga di ruang osis. bangke.

- HARI KETIGA

Hari ke-3 MOS gue balik ke sekolah masih pake celana biru. gue masuk ke kelas MOS gue yg letaknya di ujung lorong sebelah kanan, tempatnya dingin, tapi karena gue nya aja yg norak, gue tetep seneng masuk kelas yg ada AC nya. Daripada pake kipas angin bikin gerah kalo abis olahraga. temen sebangku gue Nadya udah dateng dari tadi, setengah jam sebelum gue dateng. gak lama kakak kelas kepo bin ribet nan bohai dateng ke kelas, dia ngasih berbagai ucapan kata yg tak jelas dan tak mempengaruhi kondisi kejiwaan gue. abis itu dia nanya satu-satu murid yg ada dikelas, "kenapa kamu mau masuk sini?".

jawabannyapun macem2 dari yg biasa aja sampe yg aneh aja. ada yg jawab karna ngikutin orang tua, ada yg jawab karna deket, ada juga yg jawab karna dia ditolak di SMAN 78 sama SMAN 70 makanya terpaksa masuk sini.

di sela2 pembicaraan yg tidak penting itu, gue sempet-sempetnya merhatiin kondisi orang2 di sekeliling gue, orang2 disitu pinter2 keliatannya. tapi gue gak gitu aja percaya, kadang sampul itu bisa menipu isi bukunya sampai isi buku itu lapor ke pihak yg berwenang. kaya gue ini contohnya, siapa yg ngira orang yg slengean kaya anak autis ternyata biasa2 aja sewajarnya manusia2 pinter lainnya.

gue kebelet kencing denger bacotan kakak kelas nan bohai yg ada dikelas gue, gue izin ke kamar mandi. gue jalan santai ngeliat kondisi lantai 3 sekolah baru gue, tembok yg dilapisi warna crem kaya warna rumah gue, keramik yg berwarna putih yg ada di lantai, dan pot yg digantung di luar balkon semakin memperindah kondisi lantai 3 itu. gue sampe di kamar mandi, ada 3 wc disitu, dan tigatiganya kosong gak ada penghuninya, gue bebas mau kencing dimana. wc nya lumayan nyaman. "LUMAYAN". bisa buat tempat inap para makhluk halus yg gak punya tempat tinggal. Abis gue kencing gue balik ke kelas. waktu gue jalan ke kelas, di kelas sebelah kelas gue mereka lagi asik nyanyiin rame2 mars sekolah gue, lagunya easy listening sih waktu gue denger pertama kali, mungkin laku keras kalo dibikin jadi single lagu dan dibawain lipsing kalo nanti diundang di acara2 musik yg waktu itu lagi mewabah kaya penyakit menular.

- HARI KEEMPAT

Hari rabu dan sekaligus hari terakhir gue make celana biru, ada promo ekskul di lapangan, anak2 baru pada baris di pinggir lapangan liat aksi2 dari ekskul yg ada di sekolah gue, ada taekwondo, futsal, paskib, pmr, dan masih banyak lagi. yg paling jelas dari semua yg gue liat itu cuma saman. mereka baris horisontal membelakangi tempat dimana gue duduk, dan mereka bergerak tak karuan yg gue gak paham gerakannya. disitu gak ada promo catur, padahal gue pengen banget ngeliat orang berdua main catur di tengah lapangan siang-siang bolong diliatin banyak orang dari jauh. dan orang2 yg ngeliatin pada bingung gaktau apa yg dilakuin sama kedua pemain catur yg sedang asik berdua. nanti di akhir pertandingan tiba2 salah satu pemain catur teriak "check mate". dan yg liat bengong.

Hari keempat selesai dengan ditutup oleh anggota rohis di masjid sekolah gue. besoknya gue dengan bangga make celana abu2 ke sekolah. gue siap jadi orang dewasa dengan masuknya gue ke SMA, gue siap rubah sikap gue yg dulu minta dibacok waktu SMP. dan gue siap tiap hari liat cewek yg udah dewasa dari segi dada.

Selasa, 05 Juli 2011

live is so hard

yah jam 9 malem, hari selasa, bulan juli, tanggal 5 ini gue bakal tulis info najis di sini (lagi). ini masih info cinta, tapi gue bakal ceritain disini gimana ketika seseorang sedang galau, dari yang paling NAJIS sampe yg NAJIS BANGET

biasanya orang bisa GALAU bukan karena cinta atau masalah cewek orang GALAU bisa disebabkan oleh apapun, bahkan hal yg kurang penting pun bisa jadi penyebab GALAU, dan biasanya lagi ketika orang itu GALAU dia langsung melampiaskan rasa GALAU itu ke sesuatu seperti jejaring sosial fb atau twitter atau blog dan ketika orang sedang GALAU dia bisa mendadak menjadi seniman dan menjadi terlihat PUITIS walaupun sebenarnya terlihat MENINGITIS, dia bisa dapet segudang inspirasi dari rasa GALAU dia, tidak peduli juga itu menjijikan apa bukan yg penting buat dy itu dy bisa melepaskan rasa GALAU nya dengan melakukan hal2 seperti tadi, dan ini dia contoh2nya :

korban kali ini orang yg bernama Ipung

1. Ipung yg tiap harinya gemar menonton acara ceramah pagi2 di tv seperti acara MAMAH & A'A episode baru (?) tiba2 dia dikagetkan dengan matinya listrik di rumah dia, acara yg harusnya habis dalam beberapa menit itu tidak bisa ditonton lagi oleh ipung, dan ipung pun jadi GALAU karena antiklimaks yg dia rasakan ketika mati lampu itu.

Ipung langsung update status di fb dan me-like stat nya sendiri :

Ipung cowok tak bertitit

Rindu mendengar tawa MAMAH dedeh, kita tak akan bisa bertemu lagi mamah :( tuhan punya rencana lain buat kita, hikzzz .......

Ipung cowok tak bertitit like this

2. ketika itu ipung baru bangun tidur dan baru saja melebarkan matanya di pagi hari, ipung bangun pagi sekitar jam 5 lewat 180 menit (jam 8), dia berkaca di kamarnya dan ketika dia ngaca ipung melihat bulu matanya jatuh 3 helai dari tempatnya dia GALAU (lagi)

Ipung pun mengganti stat fb nya :

Ipung cowok tak bertitit

oh tuhan kenapa bulu mataku kau jatuhkan, apa rencana kau untukku tuhan :(

Nobody like this

atau korban ke 2 yg bernama sita, sita lebih modern disini dia melampiasakan KEGALAUANnya di twitter

1. suatu hari sita ingin beli shampo di warung, dan apesnya dia, dia kehabisan shampo di warung itu karena penjaga warungnya yg tak memperdulikan sita, dan dia pulang tanpa hasil, sita jadi GALAU

@SitaSitiSoto
woy boy gue capek nungguin lo, respect dong sama gue gue cuma mau lo nengok ke gue tadi :"(

lihat betapa NAJIS nya seseorang ketika GALAU

dan apakah definisi GALAU itu sendiri, ini adalah GALAU versi blogger2 yg lain

GALAU itu ketika orang itu tengah kosong pikirannya dan asalnya itu dari hati {Rosiana (blogger)}

GALAU adalah suatu keadaan dimana kita memikirkan suatu hal secara berlebihan, bingung apa yang harus dilakukan dengan suatu hal ini {Spica Arumning (blogger)}

GALAU bisa dihilangkan dengan cara menangis, teriak atau mendengarkan musik, mungkin musik yg keras yg bisa membantu GALAU itu hilang, dan bisa juga dengan kita melampiaskan GALAU itu ke sesuatu hal atau benda seperti jejaring sosial (fb, twitter, blog, dll) GALAU akan cepat hilang, atau mungkin dia bisa melampiaskannya ke benda2 yg tak wajar, seperti : obat nyamuk batang (dimakan), komputer warnet (dibanting), tiang listrik tegangan tinggi (dipanjat) atau mobil orang (dijual), orang yg melakukan hal2 aneh tadi mungkin dia sedang GALAU KLIMAKS dan hampir ejakulasi (?)

gue sendiri bingung apa arti GALAU itu, dia terlalu abstrak untuk dijelaskan, perasaan yg campur aduk pada saat yg bersamaan itu yg bisa membuat orang yg sedang GALAU menjadi kacau terlalu sulit buat dijelasin. Gue sebelum ngebuat ini, gue "ngaca" gue pernah GALAU apa gak, gue inget2 dulu yg pernah gue lakuin, pikirin dan rasain, dgn berbagai metode gue lakuin biar gue bisa nginget2 kejadian yg dulu dan berbagai tempat pun gue datengin kaya WC UMUM, WC MUSHOLA dan WC2 lain yg deket rumah gue (bohong) dan tempat2 aneh lain, biar pikiran gue fresh.

dan nyatanya........ gue sering GALAU

ini GALAUan gue kalo lagi GALAU

ini pas gue gak lolos OSN kimia

@zeinfadhlur fluktuasi mood #gaddemshit

yg ini pas gue lagi GALAUin rambut
@zeinfadhlur kenapa SMA gak boleh gondrong??!!
@zeinfadhlur coba aja gua goku tinggal ngeden rambut gua jadi panjang

ini gue lg galau gara2 royal wedding pangeran inggris

@zeinfadhlur macet banget lagi jalan deket rumah gua pake diblokir segala #Royalwedding

yg terakhir ini gue lg GALAU kebanyakan makan obat nyamuk batangan

@zeinfadhlur kamuu kamuu binatang di hatiku

@zeinfadhlur kalo dy seneng pasti sms kalo gak sms yaudah nasibnya gua

@zeinfadhlur you too perfect for me

@zeinfadhlur #100factsaboutme GUA GAK PUTIH

emang gak begitu jelas apa arti GALAU itu, ngebaca tulisan ini pun gak bakal ngabantu lo paham GALAU itu apa, gue juga lagi GALAU makanya gue nulis ginian, gue GALAU gara2 cemburu sama orang, dia ngomongin mantannya di depan (hp) gue, gue panas mood gue langsung ngegabruk berubah jd ancur, yah gue emang cemburuan tapi gue gak bakal lebih lanjut lagi bahas sifat najis gue ini (cemburu) gak penting.
kalo ada yg mau nambahin definisi GALAU itu apa menurut paham lo masing2 tinggal share disini (itu juga kalo ada yg baca hehe)